Diriku Apa Adanya

Foto saya
Indonesia
Only new-born human to develop potencies optimum 100% and to give multi-purposes internationally
Tampilkan postingan dengan label Pria Sholeh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pria Sholeh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Maret 29, 2008

MENJADI SUAMI SEJATI...!

Based on True Story...

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. Istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun

Mereka dikarunia 4 orang anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat, tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan & itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha Pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya, sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian, dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa-apa saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya hanya bisa memandang ( tidak bisa menanggapi ), Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun.

Dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing. Dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu : semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati-hati anak yg sulung berkata : " Pak kami ingin sekali merawat ibu ....... Semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu & tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .

dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-katanya ..... " Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini ... kami sudah tidak tega melihat bapak . . . kami janji kami akan merawat ibu bergantian".

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak-anak mereka.
"Anak-anakku..... jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu.... Mungkin bapak akan menikah.... tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku.... itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian"...... sejenak kerongkongannya tercekat . . . Kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia ....Apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang ? Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Allah kesehatan dirawat oleh orang lain .......bagaimana dengan ibumu yg masih sakit?" Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno . . . .
merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno . . Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu . . .

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber acara islami Selepas shubuh dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno . . . Kenapa bapak mampu bertahan selama 25 tahun merawat istri yg sudah tidak bisa apa-apa.. ? Disaat itulah meledak tangis beliau . . . Dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuan pun tidak sanggup menahan haru . .
Disitulah Pak Suyatno bercerita . . . .
Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak mencintai karena Allah maka semuanya akan luntur . . . .

"Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya ....Sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya . . . Mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata . . . dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu . . ,
Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah . . . Dan itu merupakan ujian bagi saya . Sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya . . .
apalagi dia sakit . . . Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya curhat kepada Allah diatas sajadah . . . Dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk mendengar rahasia saya . . . !"
Bagaimana dengan Anda?

Jumat, Maret 28, 2008

Surat Terbuka Untuk Bunda..!

Oleh: Ade Chandra
klik di http://muhajirin-society.blogspot.com

KL, 30 Desember 2007


Apa kabar Bunda? Ananda doa kan agar Bunda senantiasa sehat serta selalu dalam limpahan berkah dan ridho dari Allah ‘Azza Wa Jalla. Ananda disini Alhamdulillah tidak kurang suatu apapun jua serta tetap semangat untuk selalu memberikan multi manfaat dan kebaikan kepada sesama.

Bunda, tak terasa hampir satu bulan Ananda tak jumpa. Kerinduan semakin menggelora di dada. Rangkaian kata demi kata menjadi jalan ‘tuk mengobati rasa ini. Alangkah bahagia hati ini dapat mencurahkan tinta bak semilir angin menyejukkan kalbu. Membekas indah merangkai tawa. Untuk berbagi cerita dengan Bunda.

Bunda sayang, pengorbanan mu selalu melekat dihati Ananda. Masih jelas diingatan Ananda, Bunda rela menggendong Ananda yang ketika itu sakit panas ke Puskesmas sambil berjalan kaki. Padahal Ananda saat itu kelas 5 SD. Hanya senyum yang selalu terpancar dari wajah Bunda saat Ananda sesekali melirik Bunda.

Bunda, adakah cara agar Ananda dapat membalas semua kebaikan yang telah Bunda lakukan?

Bunda, rasanya apapun kebaikan yang Ananda lakukan tidak akan mampu menggantikan kesakitan, keringat, air mata, dan air susu yang telah mengalir dalam tubuh Ananda ini. Bahkan seluruh harta yang ada dibumi ini tak cukup untuk membalasnya.

Bunda, hanya keridhoan dan surga-Nya yang pantas untuk menggantikan itu semua. Semoga semua anak-anak Bunda kelak akan menjadi manusia bertaqwa, membawa keberkahan dan tak pernah lupa untuk mendo’akan Bunda dalam setiap sujud dikeheningan malam dan teriknya sinar mentari.

Bunda, hanya ini rangkaian kata dari Ananda. Semoga hidup Bunda selalu dilimpahkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Amin.

Surat Untuk Orang-Orang Tersayang

Kepada:
Orang-orang tersayang
di-
Sana
KL, 25 Maret 2008

Tiada kata yang pantas untuk selalu terucap selain ucapan syukur Alhamdulillah atas segala limpahan karunia, nikmat dan kasih sayang dari-Nya. Beribu makna telah kita raih. Berjuta pesona telah kita rasakan. Menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan bergandengan tangan saling melengkapi kekurangan masing-masing. Menguatkan ikatan suci diantara kita untuk tetap istiqomah penuh keyakinan pada Rabb penguasa jagat raya hingga takkan ada lagi penyesalan karena kita telah mempersembahkan segala sesuatu yang terbaik. Memberikan multi manfaat pada sesama.

Sayang, kata tak pernah habis untuk dituliskan atas setiap keutamaan yang engkau miliki. Dorongan kekuatan untuk menggapai masa depan teramat dahsyat dirasakan. Menghancurkan benih-benih kesombongan. Meluluhkan rasa pesimis. Mengubur masa lalu. Membenamkan pondasi masa depan sedalam-dalamnya. Karena engkau tahu, tower kemanfaatan yang akan kita bangun menjulang tinggi ke angkasa. Membahana sejauh desiran angin. Menakjubkan sepanjang matahari memancar.

Sayang, kemandirian yang engkau tunjukkan menyadarkan diriku betapa luar biasa kekokohan keyakinan pada-Nya. Tersimpan dalam setiap aliran hidupmu. Menggilas keragu-raguan. Membangunkan kelelapan tidur yang belum berakhir. Mempercepat langkah agar berlari. Menerbangkan ke alam kenyataan disaat yang lain berlari. Menyemburkan kemilau cahaya dibalik kegelapan hari nan kelam.

Sayang, kesabaran menjadi pakaian terindah dalam dirimu. Pendakian saat ini begitu tinggi menjulang. Terjal dan dikelilingi jurang yang dalam. Batu-batunya licin dan tajam. Terkadang membuat luka. Tetapi perjalanan harus tetap dilanjutkan. Takkan berhenti walau berjuta rintangan menghadang. Apapun pasti akan berakhir. Dibalik kesengsaraan pasti ada kebahagiaan. Semakin curam pendakian, maka akan semakin cepat saat menurun nanti. Ibarat gunung menghujam dalam tanah sehingga tahan terpaan badai dan gelombang sebesar apapun. Karena harapan digantungkan pada sang Maha Penguasa. Yang tak pernah lupa apapun. Membalas setiap kebaikan dengan kebahagiaan tak ternilai. Memberikan setiap kemaafan walau berjuta kesalahan dilakukan. Sungguh balasan kesabaran adalah kenikmatan rezeki yang tiada disangka-sangka dan keistimewaan dari-Nya.
Semoga keberkahan dan karunia-Nya berlimpah untukmu..!